BAB II
GESERAN (TRANSLASI)

A.    Geseran Sebagai Transformasi
      Salah satu konsep yang penting dalam matematika bidang geometri adalah  transformasi. Sebelum mempelajari materi geseran atau translasi, perhatikan transformasi pada titik A(x, y)  pada gambar 1berikut.
Bayangan titik A(x, y) oleh
transformasi T menghasilkan
 bayangan dari titik A, yaitu
 titik A'(x', y'). Jika titik-titik
T5
yang ditransformasikan terletak
 pada suatu bangun geometri
maka akan terbentuk suatu
bangun baru yang bentuknya
 sama dengan bangun semula,
Hanya berbeda posisi. Jadi dapat
disimpulkan bahwa
Transformasi pada bangun geometri merupakan suatu aturan yang memindahkan suatu bangun geometri dari satu posisi ke posisi lain dengan tidak mengubah bentuk bangun tersebut. 

  Transformasi yang tidak mengubah ukuran dan bentuk bangun disebut transformasi isometri, di antaranya translasi (pergeseran), refleksi (pencerminan), dan rotasi (putaran). Adapun transformasi yang tidak isometri adalah  dilatasi (perkalian) karena ukuran bayangan dapat diperbesar atau diperkecil.
  Perlu di perhatikan bahwa dalam bidang dua dimensi kita dapat merubah posisi dan kedudukan bidang hal inilah yang disebut transformasi isometric,sementara jika kita ingin memperkecil ataupun bahkan memperbesar ukuran bidang maka transformasi ini di namakan transformasi dilatasi karena ukuran bidang bisa berubah ukuran baik itu di perbesar maupun diperkecil. Dalam konsep transformasi objek awal atau objek yang asli di sebut preimage sedangkan objek yang sudah mengalami transformasi di sebut image. Untuk lebih memahami beberapa konsep tersebut diatas perhatikan beberapa objek berikut ini.
·        
D
Geserean atau translasi
E
Pada gambar A dapat dilihat
bahwa objek preimage yang
dan image tidak mengalami
perubahan ukuran maupun
hanya letaknya saja yang
berbeda
·         Dilatasi
Pada gambar 1b tampak
bahwa antara objek pre
image dan objek image
mengalami perubahan
ukuran bentuk transformasi
Seperti ini di sebut dilatasi
·         Refleksi
pada gambar 1c tampak
bahwa objek preimage
dan objek image mengalami
perubahan posisi
transformasi seperti ini
disebut refleksi
·         Rotasi
A
Pada gambar 1d tampak
Bahwa objek juga mengalami
Perubahan posisi setelah
Di transformasi
Bentuk seperti ini di sebut
Rotasi atau perputaran
·        





C


B




B.     Pengertian Geseran Atau Translasi
    Pada subbab ini kita akan mempelajari konsep translasi. Translasi (pergeseran) adalah transformasi yang memetakan suatu titik pada titik lain sebagai bayangannya. Fungsi yang memetakan titik tersebut sepanjang sumbu-x (horizontal) dan dilanjutkan pada sumbu-y (vertikal). Translasi dinyatakan oleh pasangan terurut  dengan a merupakan komponen translasi pada arah sumbu-x dan b merupakan komponen translasi pada arah sumbu-y. Translasi dapat dibayangkan dengan memindahkan objek-objek di sekitar kita. Misalnya pada pemindahan meja A. pada gambar berikut
Pada Gambar 2, meja dipindahkan
 sepanjang  garis lurus sejauh 2 m ke
 kanan dan 1 m ke atas oleh suatu
translasi T =  sehingga meja A
berpindah ke meja A gambar 2 me
  mperlihatkan translasi sebuah meja
yang bermula diposisikan di titik mula
kemudian di geser ke posisi akhir
Dengan membayangkan meja adalah suatu titik pada  bidang koordinat Cartesius maka diperoleh Gambar 3Pada Gambar 3tampak, titik A(x,y) ditranslasikan oleh translasi T =  
X
sepanjang garislurus sejauh a satuan
A(x,y)
 ke kanan dan b satuan ke atas.
Bayangan dari titik A yang diperoleh titik A΄(x+a, y+b). Contoh tersebut
 memperjelas definisi berikut














Defenisi:
Translasi atau pergeseran adalah transformasi yang memindahkan titik-titik dengan jarak dan arah tertentu. Jika titik A(x,y) ditranslasikan oleh translasi T =  maka diperoleh bayangan dari A, yaitu A΄(x΄, y΄) dengan  x΄ = x + a dan y΄ = y + b

Jarak dan arah ditunjukkan oleh vektor translasi. 
Vektor  translasi dpt ditunjukkan oleh bilangan. berurutan yang ditulis dalam bentuk matriks kolom  
Suatu translasi T dengan vektor translasi
. Mentransformasikan titik A ke A'
secara pemetaan dapat dituliskan :
T =  : A(x,y)  A' (x + a , y + b)
di mana
jika a > 0, maka arah pergeserannya adalah a satuan ke kanan (menuju x positif)
jika a < 0 maka arah pergeserannya adalah a satuan ke kiri (menuju x positif).
jika b > 0 maka arah pergeserannya adalah b satuan ke atas (menuju y positif).
jika b < 0 maka arah pergeserannya adalah b satuan ke bawah (menuju y positif).
Contoh:
Tentukanlah bayangan titik-titik A(3, 1) jika ditranslasikan oleh T = 
Jawab:
Untuk menentukan bayangannya, gunakan persamaan translasi berikut. x' = x + a  dan y' = y + b
Diketahui A(3, 1) dan T =maka x = 3, y = 1, y  a = 1, dan b = 2.
 Diperoleh  x' = x +  a = 3 + 1 = 4
                   y' = y + b = 1 + 2 = 3
Jadi, bayangan dari titik
 A(3, 1) jika ditranslasikan oleh T = adalah A(4,3)
C.    Rumus Geseran Dengan Metode Analitik
    Untuk memahami metode analitik dalam menentukan geseran maka perhatikan ilustrasi berikut ini. Minggu lalu, Candra duduk di pojok kanan baris pertama di kelasnya. Minggu ini, ia berpindah ke baris ketiga lajur keempat yang minggu lalu ditempati Dimas. Dimas sendiri berpindah ke baris kedua lajur kedua yang minggu lalu ditempati Sari. Perhatikan perpindahan tempat duduk Candra dan Dimas ini.
Candra berpindah 2 lajur ke kiri dan 2 baris ke belakang. Saat berpindah ini, Candra telah melakukan translasi 2 satuan ke kiri dan 2 satuan ke atas yang ditulis sebagai 
Kemudian, Dimas berpindah 2 lajur ke kiri dan 1 baris ke depan. Saat berpindah ini, Dimas telah melakukan translasi 2 satuan ke kiri dan 1 satuan ke bawah yang ditulis sebagai  
Misalkan, tempat duduk Candra minggu lalu di titik N(a, b) pada koordinat Cartesius. Dengan translasi  , diketahui tempat duduknya minggu ini pada titik N ’(a-2,b+2).Kita dapat menuliskan translasi ini sebagai berikut
Dengan prinsip yang sama, jika titik P(xy) ditranslasikan dengan  maka diperoleh bayangannya  . Secara matematis, ditulis sebagai berikut.
Pada umumnya translasi juga dapat direpresentasikan dengan menggunakan bidang kartesius. Dengan menggunakan konsep yang sama seperti ilustrasi diatas misalkan sebuah objek mula-mula berada di kordinat A (x,y) jika objek tersebut berpindah sejauh a satuan ke kiri dan b satuan ke atas maka hasil kordinat akhir dari objek tersebut berada pada titik A((x-a),(y + b)) perhatikan bahwa tandanya tergantung arah objek tersebut bergerak jika bergerak ke kiri dan ke bawah maka tanda yang di pakai adalah kurang. Jika objek bergerak ke kanan dan ke atas maka kita menggunankan tanda penjumlahan karena ke arah positif.
Y
pada gambar 4 di sa
mping tampak bahwa
b
objek yang semula berada
a
di kordinat (x,y)
mengalami translasi sejauh
(-a) dan b dan kordinat
Akhir dari objek A adalah (x-a),(y+b)
Perhatikan tanda (-a) karena objek bergerak ke kiri sejauh a satuan untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.
Contoh:
Dengan metode analitik Tentukan bayangan titik M yang semula berada di kordinat (3,3) ditranslasikan sejauh .
Penyelesaian:
Dik: kordinta awal M = (3,3)
        Translasi sejauh .= .
          a = -2 dan b = -1
x
2

1

3
Dit: bayangan titik M
Jawab: dari sketsa diagram
Kartesius pada gambar 5di samping ini dapat di ketahui kordinat objek M terletak di titik (1,2) kordinat akhir ini diperoleh dari hasil pengurangan kordinat awal (3,3) denganm transalasi .dimana tanda negatif ini sesuai dengan defenisi sebelumnya menyatakan objek berpindah ke ruas kiri dan ke bawah dan hal tersebut terbukti.
D.    . Komposisi Dua Translasi
jika titik P(xy) ditranslasikan dengan  maka diperoleh bayangannya  . Secara matematis, ditulis sebagai berikut.
Sekarang, translasikan lagi bayangan yang telah kita peroleh dengan Didapat, Perhatikan bahwa  
Ini berarti  diperoleh dengan mentranslasikan   dengan  Translasi ini merupakan translasi T1 dilanjutkan dengan
T2, yang ditulis sebagai  
Oleh karena  dan  maka 
Akibatnya, titik   ditranslasikan dengan T1 dilanjutkan dengan translasi T2 menghasilkan bayangan   sebagai berikut
Sifat:
·         Dua buah translasi berturut-turut  diteruskan dengandapat digantikan dengan translasi tunggal 
·         Pada suatu translasi setiap bangunnya tidak berubah.

Contoh:
1.      Translasi memetakan titik A(1,2) ke titik A'(4,6)
a.       Tentukan translasi tersebut !
b.      Tentukanlah bayangan segitiga ABC dengan titik sudut A(1, 2), B(3, 4), dan C(5, 6) oleh translasi tersebut.
c.       Jika segitiga yang kalian peroleh pada jawaban b ditranslasikan lagi dengan Tentukan bayangannya!
d.      Translasikan segitiga ABC dengan translasi T2  T1. Samakah jawabannya dengan jawaban c?
Jawaban
a. 
            Diperoleh        1+p = 4 sehingga p = 3
                                    2+q = 6 sehingga q = 4
            Jadi translasi tersebut adalah 
b. translasi  artinya artinya memindahkan suatu titik 3 satuan ke kanan dan 4 satuan ke atas. Dengan mentranslasikan titiktitik A'B', dan C'dari segitiga ABC dengan translasi T1, kalian memperoleh segitiga A'B'C' sebagai berikut
Jadi bayangan segitiga ABC adalah segitiga A'B'C' dengan titik A'(4,6), B'(6,8), dan C'(-2,10)
c. 
Jadi bayangan segitiga A'B'C' adalah segitiga A''B''C'' dengan titik A''(3,5), B''(5,7) dan C''(-3,9)
d.      translasi titik 
      
      
      
Jadi bayangan segitiga ABC adalah segitiga A'B'C' dengan titik A'(3,5), B'(5,7) dan C'(-3,9) Perhatikan bahwa segitiga yang kalian peroleh pada jawaban sama dengan segitiga yang kalian peroleh pada jawaban d.
Contoh:
Tentukan bayangan lingkaran (x-3)2 + (y+1)2 = 4 jika ditranslasikan !
Jawab
Ambil sembarang titik P(a,b) pada lingkaran (x-3)2 + (y+1)2 = 4 sehingga diperoleh (a-3)2 + (b+1)2 = 4 Translasikan titik P dengan   sehingga diperoleh 
Jadi titik P'(a-5, b+2)
Perhatikan bahwa: a'5. Dari persamaan (*), didapat a'+ 5.
b'2. Dari persamaan (*), didapat  b' - 2.
Dengan mensubstitusi nilai dan b ini ke persamaan (*), akan
Diperoleh (a'+ 5-3)2 + (b' - 2+1)2 = 4
                  (a'+ 2)2 + (b' - 1)2 = 4
Jadi bayangan dari (a'+ 5-3)2 + (b' - 2+1)2 = 4 jika ditranslasikan denganadalah (a'+ 2)2 + (b' - 1)2 = 4

E.     Sifat-Sifat Translasi
Teorema 1:
Apabila garis AB = CD Maka AB = CD dimana AB”  dan CD”  merupakan hasil translasi AB dan CD
Bukti:
Jika X sembarang maka harus dibuktikan X(AB”  ) = X(CD”  )
Misalkan X(AB”  ) = x1 dan X(CD”  ) = x2
Xx1 = AB, xx= CD
Karena AB = CD maka Xx1 = xx= x1 = x2
Jadi terbukti AB = CD



Teorema 2:
Andaikan g dan h adalah dua garis yang sejajar dan CD sebuah garis berarah yang tegak lurus pada g dengan C  dan D  apabilah AB = 2CD maka AB = MhMg
Bukti:
F.     
P
C
Misalkan p sebuah titik sebarang, jika p = (AB)P dan p = (MhMg)p maka harus dibuktikan p = p
B
menurut ketentuan
geseran pp = AB
C
karena AB = 2CD
maka pp = 2CD
berhubung C = (MhMg)C
P
h

A
C maka C= (Mh)C
jadi,D adalah titik tengah
g
CC sehingga CC = 2CD
Gambar 6
oleh karena CC = pp
maka pp” = 2CD = pp
ini berarti bahwa,p = p
jadi( AB”)P = (MhMg)p karena p sebarang,maka AB” = MhMg
G.    Dari teorema 2 dapat kita simpulkan bahwa
Ø  Setiap geseran AB” dapat kita tulis sebagai hasil kali dua refleksi pada dua garis yang tegak lurus pada AB dan berjarak 
Ø 
Gambar 7
Jika AB adalah sebuah garis dan M titik tengah AB sedangkan g,h dan n adalah tiga garis masing-masing tegak lurus di A di M dan di B  Pada AB maka AB” = MhMg = MhMn
Ø 
h
n

g
oleh karena setiap geseran dapat ditulis sebagai
hasil kali dua refleksi,sedangkan suatu refleksi
merupakan suatu transformasi maka suatu
transformasi yang merupakan isometric
A
B

H
oleh karena suatu refleksi isometric
akibatnya suatu geseran pasti isometric sebab
setiap refleksi adalah isometri juga.
H.     
2.      Tentukan bayangan lingkaran (x-3)2 + (y+1)2 = 4 jika ditranslasikan !
3.      Jawab
4.      Ambil sembarang titik P(a,b) pada lingkaran (x-3)2 + (y+1)2 = 4 sehingga diperoleh (a-3)2 + (b+1)2 = 4
5.      Translasikan titik P dengan   sehingga diperoleh 
6.      Jadi titik P'(a-5, b+2)
7.      Perhatikan bahwa: a'5. Dari persamaan (*), didapat a'+ 5.
8.      b'2. Dari persamaan (*), didapat  b' - 2.
9.      Dengan mensubstitusi nilai dan b ini ke persamaan (*), akan
10.  Diperoleh (a'+ 5-3)2 + (b' - 2+1)2 = 4
11.                    (a'+ 2)2 + (b' - 1)2 = 4
12.  Jadi bayangan dari (a'+ 5-3)2 + (b' - 2+1)2 = 4 jika ditranslasikan denganadalah (a'+ 2)2 + (b' - 1)2 = 4
I.        
J.