Grafik Fungsi Eksponen dan Fungsi Logaritma
Grafik fungsi eksponen dan fungsi logaritma dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Untuk 0 < a < 1
Contoh :
Gambarlah grafik fungsi y = 3x
Jawab :


Contoh :
Sederhanakanlah persamaan berikut (2x3 . y-5) (-2x-9 . y9)
Jawab :
(2x3 . y-5) (-2x-9 . y9) = (2x3) (-2x-9) (y-5) (y9)
1. Untuk 0 < a < 1

Dari grafik fungsi
(x) =
dan g(x) =
yang masing – masing merupakan grafik fungsi eksponen dan fungsi logaritma dengan bilangan pokok
.
Fungsi
(x) = (a)x
- Daerah asalnya {x|x
R} - Daerah hasilnya {y|y > 0, y
R} - Sumbu-x asimtot datar
- Grafik di atas sumbu-x
- Memotong sumbu-y di titik (0,1)
- Merupakan fungsi turun untuk setiap x
- Daerah asalnya {x|x
Fungsi g(x) = alog x
- Daerah asalnya {x|x > 0, x
R} - Daerah hasilnya {y|y
R} - Sumbu-y asimtot tegak
- Grafik di sebelah kanan sumbu-y
- Memotong sumbu-x di titik (1,0)
- Merupakan fungsi turun untuk setiap x
- Daerah asalnya {x|x > 0, x

Dari grafik fungsi
(x) = 2x dan g(x) = 2log x yang masing – masing merupakan grafik fungsi eksponen dan fungsi logaritma dengan bilangan pokok 2.
Fungsi
(x) = (a)x
- Daerah asalnya {x|x
R} - Daerah hasilnya {y|y > 0, y
R} - Sumbu-x asimtot datar
- Grafik di atas sumbu-x
- Memotong sumbu-y di titik (0,1)
- Merupakan fungsi naik untuk setiap x
- Daerah asalnya {x|x
Fungsi g(x) = alog x
- Daerah asalnya {x|x > 0, x
R} - Daerah hasilnya {y|y
R} - Sumbu-y asimtot tegak
- Grafik di sebelah kanan sumbu-y
- Memotong sumbu-x di titik (1,0)
- Merupakan fungsi naik untuk setiap x
- Daerah asalnya {x|x > 0, x
Contoh :
Gambarlah grafik fungsi y = 3x
Jawab :


Sifat - Sifat Fungsi Eksponen
Jika a dan b bilangan real (a ≠ 0, b ≠ 0), m dan n bilangan rasional maka berlaku sifat – sifat berikut :- am . an = am+n
= am-n- (am)n = amn
- a-m =

- (am . bn)p = amp . bnp
= 
=
= 
- ao = 1
Contoh :
Sederhanakanlah persamaan berikut (2x3 . y-5) (-2x-9 . y9)
Jawab :
(2x3 . y-5) (-2x-9 . y9) = (2x3) (-2x-9) (y-5) (y9)
= (2) (-2) x3 . x-9 . y-5 . y9
= -4 . x3-9 . y-5+9
= -4x-6 . y4
= 
Persamaan Eksponen
Berikut ini adalah beberapa bentuk penyelesaian persamaan eksponen :- Jika af(x) = ap, a > 0 dan a ≠ 1, maka
(x) = p - Jika af(x) = ag(x), a > 0 dan a ≠ 1, maka
(x) = g(x) - Jika af(x) =bf(x) , a > 0, a ≠ 1, b > 0, b ≠ 1 dan a ≠ b maka
(x) =0 - Jika
(x)g(x)=
(x)h(x), maka penyelesaiannya adalah sebagai berikut :
- g(x) = h(x)
(x) = 1
(x) = 0, asalkan g(x) dan h(x) keduanya positif
(x) = -1, asalkan g(x) dan h(x) keduanya genap atau keduanya ganjil
- Jika A (af(x))2 + B . af(x) + C = 0, a > 0, a ≠ 1, A,B,C
R, A ≠ 0
Pada bentuk persamaan ini misalkan y = af(x), sehingga diperoleh nilai x.
- Jika (
(x))g(x) = 1
Pada bentuk persamaan ini ada beberapa ketentuan yang diantaranya :
- Bilangan pokok = 1, dengan syarat eksponen tidak sama dengan tak hingga atau
(x)= 1 dan g(x) ≠ ∞. - Bilangan pokok = -1, dengan syarat eksponen genap atau eksponen merupakan bilangan pecahan dengan pembilang adalah bilangan genap dan penyebut bilangan ganjil.
- Eksponen = 0, dengan syarat bilangan pokok ≠ 0.
- Bilangan pokok = 1, dengan syarat eksponen tidak sama dengan tak hingga atau
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari (2x)2 - 12 . 2x + 32 = 0
Jawab :
(2x)2 - 12 . 2x + 32 = 0
Misalkan y = 2x
y2 -12y + 32 = 0
(y - 8) (y - 4) = 0
y = 8 | y = 4
- Untuk y = 8
y = 2x
8 = 2x
23 = 2x
x = 3
- Untuk y = 4
y = 2x
4 = 2x
22 = 2x
x = 2
Jadi penyelesaiannya adalah x = 2 dan x = 3Pertidaksamaan Eksponen
Dalam pertidaksamaan eksponen, sifat – sifat yang digunakan diantaranya :- Untuk a > 1, fungsi
(x) = axmerupakan fungsi naik. Hal ini berarti, pada x1, x2
R berlaku x1 < x2 jika dan hanya jika
(x1) <
(x2). - Untuk 0 < a < 1,
(x) = axmerupakan fungsi turun. Hal ini berarti, pada x1, x2
R berlaku x1 < x2jika dan hanya jika
(x1) >
(x2).
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari :
5-2x+2 + 74 . (5-x) - 3 ≥ 0
Jawab :
5-2x+2 + 74 . (5-x) - 3 ≥ 0
52 (5-2x) + 74 . (5-x) - 3 ≥ 0
25 (5-x)2 + 74 . (5-x) - 3 ≥ 0
Misalkan y = 5-x
25y2 + 74y - 3 ≥ 0
(25y - 1) (y + 3) ≥ 0
y ≤ -3 | y ≥ 

- Untuk y ≤ -3
5-x ≤ -3
Tidak ada nilai x yang memenuhi
- Untuk y ≥

5-x ≥ 
5-x ≥ 5-2
x ≤ 2
Jadi penyelesaiannya adalah x ≤ 2Sifat - Sifat Fungsi Logaritma
Secara umum bentuk logaritma dapat dituliskan sebagai berikut :
Berikut ini adalah sifat – sifat dari fungsi logaritma :
Berikut ini adalah bentuk – bentuk persamaan logaritma yang diantaranya :
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari :
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan logaritma berikut :
(i) Penyelesaian pertidaksamaan :
ab = c ↔ alog c = b
dengan a > 0 dan a ≠ 1Berikut ini adalah sifat – sifat dari fungsi logaritma :
- alog 1 = 0
- alog a = 1
- alog an = n
- alog b + alog c = alog (b . c)
- alog b - alog c = alog

- alog bm = m . alog b
= alog b- alog b =

= 
= b- blog a =

Persamaan Logaritma
Persamaan logaritma adalah persamaan yang variabelnya sebagai numerus atau bilangan pokok dari suatu logaritma.
Misal :2log (x + 8) + 2log (x + 1) - 2log (x + 56) = 0Pada persamaan tersebut, merupakan persamaan logaritma yang numerusnya memuat variabel x. Nilai x yang menjadi anggota himpunan penyelesaian persamaan logaritma adalah nilai x yang menyebabkan : - Numerus pada persamaan semula positif.
- Bilangan pokok logaritma pada persamaan semula positif dan tidak sama dengan satu.
Berikut ini adalah bentuk – bentuk persamaan logaritma yang diantaranya :
- Jika alog
(x) = alog p,
(x) > 0, maka
(x) = m - Jika alog
(x) = blog
(x), a ≠ b, maka
(x) = 1 - Jika alog
(x) = alog g(x), a > 0, a ≠ 1,
(x) > 0, g(x) > 0, maka
(x) = g(x) - Jika f(x)log g(x) = f(x)log h(x),
(x) > 0, g(x) > 0, h(x) > 0,
(x) ≠ 1, maka g(x) ≠ h(x) - A plog2
(x) + B plog
(x) + C = 0
Pada persamaan ini, misalkan y = plog
(x).
- Jika f(x)log a = g(x)log a,
(x) > 0, g(x) > 0,
(x) ≠ 1, g(x) ≠ 1, maka
(x) = g(x) - Jika f(x)log g(x) = p,
(x) > 0, g(x) > 0,
(x) ≠ 1, maka g(x) = (
(x))p
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari :
xlog (2x2 + 11x - 6) = xlog (x2 + 10x)
Jawab :
xlog (2x2 + 11x - 6) = xlog (x2 + 10x)
2x2 + 11x - 6 = x2 + 10x
x2 + x - 6 = 0
(x - 2) (x + 3) = 0
x = 2 | x = -3
- Untuk x = -3
g(x) = 2x2 + 11x - 6
= 2 (-3) + 11 (-3) - 6
= -21
h(x) = x2 + 10x
= (-3)2 + 10(-3)
= -21
(untuk x = -3 tidak memenuhi syarat, karena g(x) dan h(x) harus lebih besar dari 0)
- Untuk x = 2
g(x) = 2x2 + 11x - 6
= 2 (2)2 + 11 (2) - 6
= 24
h(x) = x2 + 10x
= (2)2 + 10(2)
= 24
Jadi himpunan penyelesaiannya adalah {2}
Pertidaksaman Logaritma
Dalam pertidaksamaan logaritma, sifat – sifat yang digunakan diantaranya :- Untuk a > 1, fungsi
(x) = alog x merupakan fungsi naik. Hal ini berarti, pada x1, x2
R berlaku x1 < x2 jika dan hanya jika
(x1) <
(x2). - Untuk 0 < a < 1,
(x) = alog x merupakan fungsi turun. Hal ini berarti, pada x1, x2
R berlaku x1 < x2 jika dan hanya jika
(x1) >
(x2).
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan logaritma berikut :
(2log x)2 - 3 2log x + 1 ≥ 2log x - 2
Jawab :(i) Penyelesaian pertidaksamaan :
(2log x)2 - 3 2log x + 1 ≥ 2log x - 2
(2log x)2 - 4 2log x + 3 ≥ 0
(2log x - 1) (2log x - 3) ≥ 0
2log x ≤ 1 | 2log x ≥ 3
2log x ≤ 2log 2 | 2log x ≥ 2log 8
x ≤ 2 | x ≥ 8
Jadi penyelesaian dari pertidaksamaan logaritma (2log x)2 - 3 2log x + 1 ≥ 2log x - 2 adalah 0 < x ≤ 2 atau x ≥ 8

0 Komentar